Selasa, 18 Mei 2010
Stefano Chiesa Suryanto
Umur : 12 tahun
IQ : 145.
Total Prestasi : 70 tropi dan penghargaan dalam bidang matematika, termasuk Penghargaan Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, 2009.
Prestasi pertama : Juara I lomba matematika Universitas Tarumanegara, waktu kelas 3 SD.
Prestasi terbaik : Peraih emas termuda “12th Primary Mathematics World Contest 2008” di Hong Kong 2008.
* Medali Emas Individual "Po Leung Kuk Primary Mathematics World Contest" (PMWC) 2008 di Hongkong.
* 1st Runner-Up "Po Leung Kuk Primary Mathematics World Contest" (PMWC) 2008 di Hongkong.
* The Best Overall Performance "Po Leung Kuk Primary Mathematics World Contest" (PMWC) 2008 di Hongkong.
* Medali Emas "Asia Pacific Mathematics Olympiad for Primary School" (APMOPS) 2008 di Singapura.
* Platinum Award "Asia Pacific Mathematics Olympiad for Primary School" (APMOPS) 2008 di Jakarta.
* Medali Emas dan Perfect Score "Singapore and ASEAN Schools Math Olympiad" (SASMO) 2008 di Singapura.
* Medali Emas dan 'Best of The Best'Trophy "World Sakamoto Mathematics Championship" (WOSAMAC) 2008.
* Medali Emas "IMSO" 2007 di Jakarta
* The Best Teory Trophy dalam "IMSO" 2007 di Jakarta
* Medali Perunggu "Hongkong Elementary Mathematics International Contest" (HEMIC) 2007
* Medali Perunggu "World Mathematics Contest 2007" di Bangkok, Thailand.
* Juara "Kompetisi Matematika Nalaria Realistik se-Indonesia" 2007
* Juara "Sanmar Creative Math Competition" 2006 & 2007
* Juara "Kompetisi Matematika Terbuka" 2005 & 2006
* Rekor MURI Usia Termuda (masih di kelas 5 SD)Peraih Medali Emas Matematika dan Trophy 'The Best Theory' di IMSO 2007
* Medali Perak "Thailand Elementary Mathematics International Contest" (TEMIC) 2008 di Thailand
* Medali Emas Beregu "Thailand Elementary Mathematics International Contest" (TEMIC) 2008 di Thailand.
* Medali Emas "IMSO" 2008 di Mataram, Lombok
* The Best Exploration Trophy dalam "IMSO" 2008 di Mataram, Lombok.
* Medali Perak "Kompetisi Matematika Pasiad se-Indonesia IV" 2008
* Rekor MURI Peraih Medali Emas dan Trophy 2 Tahun berturut - turut di IMSO: tahun 2007 Medali Emas dan Trophy The Best Theory, tahun 2008 Medali Emas dan Trophy The Best Exploration.
* Medali Emas dan Peraih Nilai Tertinggi "Kompetisi Matematika Nalaria Realistik se-Indonesia" 2009.
* Medali Perak "Kompetisi Matematika Pasiad se-Indonesia V" 2009
* Piagam Penghargaan Peraih Medali Emas Satyalancana Wira Karya, oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, pada Puncak Perayaan Hardiknas di Sasana Budaya Ganesha (SABUGA), ITB Bandung 26 Mei 2009
* Medali Perunggu Individual Contest on "DURBAN WORLD YOUTH MATHEMATICS INTERCITY COMPETITON" (IWYMIC) 2009 di South Africa.
* Medali Perunggu Team Contest on "DURBAN WORLD YOUTH MATHEMATICS INTERCITY COMPETITON" (IWYMIC) 2009 di South Africa.
* Medali Perunggu Group Contest on "DURBAN WORLD YOUTH MATHEMATICS INTERCITY COMPETITON" (IWYMIC) 2009 di South Africa.
* Gold Medal Suken Mathematics Certification Institute of Japan.
Hobi : Senang membaca buku tentang orang-orang besar dan sukses, Einstein, Newton, Bill Gates, Henry Ford, Thomas Alva Edison, dll. Main komputer. Nonton kartun Jepang (weekend). Main bulutangkis dan sepakbola.
Cekidot!
March Tian Boediharjo
March sadar dia tidak bisa menyusul kakaknya yang berusia 14 tahun yang melanjutkan pendidikan di Oxford University di Inggris. Salah satunya karena ayahnya tidak punya cukup uang.
Setelah berbicara dengan semua perguruan tinggi tinggi kenamaan di Hongkong, ayah March, Tony Boedihardjo menyimpulkan, Baptist University paling siap untuk menangani keperluan-keperluan khusus putranya.
Anak warga negara Indonesia yang bermukim di Hongkong ini akan memulai kuliah sarjana muda sekaligus master di Hongkong bulan September ini sehingga para profesor di Baptist University Hong Kong tengah merancang kuliah khusus untuk memenuhi kebutuhan mahasiwa termuda ini.
Universitas itu akan menyediakan tim penasihat akademis bagi si bocah dan materi pelajaran yang seimbang agar dia bisa berkembang, kata Profesor Matematika Tong Chong-sze.
"Ini porgram sarjana muda dan master of philosofy selama lima tahun secara berurutan. Artinya, dari sudut pandang matematika, dia bisa berkembang lebih cepat dalam pelajaran yang menjadi bidang kemahirannya." Namun, untuk humaniora dan kuliah pelengkap lain, Profesor Matematika Tong Chong-sze mengatakan March Boediharjo akan mendapatkan waktu lebih panjang untuk berkembang.
Wartawan BBC di Hongkong, Vaudine England mengatakan dalam beberapa hal, March tidak beda dengan bocah-bocah lain berusia 9 tahun. Dalam konferensi pers pekan ini, kejenakaan saat menghadapi mikrofon membuat para wartawan sibuk. Berbeda dengan bocah laki-laki sebayanya, dia tidak sabar untuk kembali melahap isi buku-bukunya. Dia tidak ingin berhenti belajar matematika. Karena itu, menurut March, dia harus belajar di universitas. Jika tidak sedang belajar, bocah March gemar bermain catur, Lego dan Monopoli.
Luar biasa! Fakta ini menyimpang dari hasil penelitian yang menyebutkan bahwa IQ anak sulung lebih tinggi dari anak selanjutnya dalam satu keluarga.
Sumber: BBCIndonesia
Picasso Kecil Dari Inggris, Bocah Pelukis Yang Jenius
Jangan lihat dari usianya, tapi tengoklah kepiawaian Kieron menorehkan ujung-ujung kuas pada selembar kanvas. Bocah jenius ini telah melahirkan puluhan lukisan ala pelukis legendaris Picasso hingga membidik minat para pencinta lukisan dalam waktu singkat.
Pembelinya bukan hanya berasal dari Inggris, namun juga negerinegeri lain di benua
Mereka tidak segan mengeluarkan 1.000 euro (Rp14 juta) untuk satu lukisan Kieron. Si Picasso cilik itu pun setidaknya mampu meraup Rp243 juta dari penjualan 16 lukisan pemandangan
Musim panas lalu si Picasso cilik itu mencetak reputasi serupa. Ia berhasil menjual 19 lukisan dengan total angka penjualan senilai 14.000 euro (Rp200 juta). Pantaslah jika Kieron disebutsebut sebagai generasi baru Picasso. Pemilik galeri seni Picturecraft di
Pemilik Picturecraft, Adrian Hill menambahkan, Kieron memiliki goresan indah yang terwakili lewat cahaya dan kelembutan warna lukisannya. Ayah si pelukis cilik, Keith Williamson, merupakan penjual karya seni. Ia pula yang gencar berpromosi dan memburu pembeli untuk karya putranya.
"Ini sangat luar biasa. Awalnya saya hanya berharap setidaknya mampu menjual satu atau dua lukisan," ujar Keith yang tidak menyangka keberhasilan anaknya memukai para peminat lukisan kelas atas.
Pria berusia 44 tahun ini pasti bangga sekaligus lega karena bukan hanya dua lukisan yang terjual, melainkan belasan. Selain Keith, sang pelukis juga tentu yang paling bahagia atas hasil penjualan ini.
Siapa pernah menyangka, pelukis cilik yang belum genap setahun menekuni hobi melukis itu kini mampu melahirkan puluhan lukisan bernilai tinggi? Ya, tahun lalu, Kieron memang belum sekalipun menunjukkan minat besar pada seni lukis. Ketertarikan untuk melukis baru diperlihatkan Kieron saat dirinya menghabiskan libur Natal di Devon and
Di tempat itu, Kieron mulai mengasah torehan pensil dan kuasnya di atas kanvas. Seorang kerabat Kieron yang juga pelukis, Carol Ann Pennington yang pertama kali menyadari bakat si Picasso kecil. Ia lantas memberikan pelajaran melukis untuk Kieron. Bulan ini merupakan milik Kieron. Belasan lukisannya terjual dalam waktu singkat, sampai-sampai ibunya yang datang ke galeri hanya beberapa saat setelah sesi jual beli dibuka, tidak sempat menyaksikan peristiwa monumental ini.(okz) www.suaramedia.com
Oscar Wrigley, Bocah 2 Tahun Punya IQ 160, Setara Albert Einstein
Oscar Wrigley, balita usia 2 tahun ini bukan sembarang balita. Balita asal
Di usia 18 bulan dia mampu menghafal alfabet dari A sampai Z. Bahkan dia menguasai ribuan kosakata saat usianya menginjak 2 tahun. Padahal, balita seusia dia umumnya baru menguasai sekitar 50 kosakata.
"Kosakatanya menakjubkan. Dia mampu mengucapkan kalimat kompleks. Suatu hari dia mengatakan kepadaku 'Ibu, sosis seperti berpesta di mulutku'," terang ibu Oscar, Hanna.
Oscar lahir secara normal. Dia adalah anak dari pasangan ahli IT, Joe (29) dan ibu rumah tangga Hanna (26) yang tinggal di
Keajaiban Oscar ini membuat ia diterima di Mensa, sebuah organisasi internasional bagi orang-orang yang memiliki IQ superior.
Jurubicara Mensa, John Stevenage mengatakan jika Oscar adalah anak termuda yang bergabung dengan komunitas yang mensyaratkan anggotanya memiliki IQ minimal 148 ini. (news.com.au/detik)
Bocah Jenius WNI Umur 9 Tahun Raih Bangku Universitas
Satu lagi prestasi diukir anak bangsa Indonesia. Seorang bocah WNI berumur 9 tahun berhasil melalui tes akademik setara umur 18 tahun. Hasilnya cukup untuk berkuliah di Hong Kong Baptist University (HKBU). Wow!
Seperti dikutip dari kantor berita AFP, bocah bernama March Boedihardjo itu berhasil mendapatkan dua nilai A dan satu nilai B di ujian yang biasa dilakukan untuk usia 18 tahun.
Ujian itu diambil March setelah mengalami kesulitan berkomunikasi secara akademik dengan rekan-rekan sebayanya.
"Kebanyakan waktu, saya suka membaca buku. Namun di akhir pekan, saya senang bermain dengan teman-teman. Kami dapat bermain bersama namun secara akademik, kami tak bisa berkomunikasi," kata March yang bisa berbahasa Kanton dan Inggris itu.
Namun upaya March untuk langsung berkuliah sebelumnya telah ditolak beberapa universitas lain. Baru Kamis lalu itulah HKBU yang menyediakan tempat untuknya. Mengapa tidak berkuliah ke Inggris saja?
"Karena ayah saya tidak memiliki cukup uang," kata March.
HKBU telah mengatur kuliah khusus selama 5 tahun untuk March, yang akan berlanjut ke S2. Ayah March, Tony Boedihardjo, bilang universitas itu telah meyakinkannya bahwa kebutuhan March bisa terpenuhi.
"Saya diyakinkan bahwa HKBU memiliki reputasi akademik yang luar biasa, yang akan menolong March mengembangkan bakatnya secara sempurna," kata Tony.
Sumber : detikcom
Bocah Kelas III SD Sekap & Sayat 6 Rekannya
Penyebab tindakan menyimpang dari pelaku yang berinisial ABKA (9) lebih mengagetkan lagi. ABKA tega menganiaya keenam rekannya pada Sabtu, 6 Januari lalu, lantaran menolak disuruh mencuri uang jajan teman sekolahnya di dalam kelas di SD Cipinang Muara 12.
Akibat perbuatan ABKA, enam rekannya yaitu Yoga (8), Zikri (9), Delvan (9), Tedi (9), Lutfi (9), dan Fajri (8) mengalami luka-luka dan trauma.
“Soal tempat penganiayaan, mereka (korban) ngakunya tidak tahu karena saat dibawa ke sana, matanya ditutup menggunakan dasi pramuka,” ujar Kepala Sekolah SD Cipinang Muara 12, Lily Herlina kepada okezone di Jakarta.
Lily menjelaskan, kasus penganiayaan ini dipicu pengaduan para siswa kelas III B yang melaporkan kehilangan uang kepada wali kelasnya. Laporan lantas ditindaklanjuti dengan menanyakan kepada seluruh siswa kelas III B. Hasilnya ketahuan enam orang di atas plus ABKA yang mengambil uang teman-temannya. “Saat itu Fajri nyeletuk, yang menyuruh mencuri ABKA,” ujarnya.
Beberapa hari kemudian, pihak sekolah memanggil orantua ABKA. Rupanya peristiwa ini membuat pelaku murka dan selanjutnya membawa enam rekannya ke sebuah rumah kosong di sekitar sekolah.
“Kepada teman-temannya, ABKA mengaku atas perintah dua preman dengan menggunakan celana SMP dan jaket hitam,” terangnya.
Di rumah kosong itulah, keenam siswa di atas dipukuli oleh ABKA dengan menggunakan batang pisang dan kayu. Bahkan dua anak di antaranya yaitu Deflan dan Zikri disayat lengannya menggunakan penjepit dasi pramuka yang sudah ditajamkan.
Aksi anarki ABKA baru terungkap saat orantua Fajri menghubungi pihak sekolah mempertanyakan luka di bagian kepala anaknya. “Saya kemudian meminta Pak Dede datang ke sekolah untuk mengklarifikasi masalah ini. Selanjutnya beliau melapor ke polisi,” tandasnya
Annisa, Bocah Indigo Terbitkan Buku Filsafat dalam Usia 9 Tahun
Ditemani ayah-ibunya, Annisa mampir ke kantor Surya untuk berbagi cerita tentang bukunya (yang baru diluncurkan di Jakarta 29 Agustus) sekaligus melakukan tanya jawab dengan awak redaksi Surya yang penasaran dengan kelebihan Annisa.
Bocah yang menguasai bahasa Inggris, Arab, Korea, dan Belanda tanpa belajar secara formal itu memang memiliki daya linuwih, kemampuan supranatural. Ia bisa melihat hal-hal gaib yang tak bisa ditembus penglihatan orang awam. Ia bisa menjangka masa depan, menyembuhkan orang sakit, dan melatih meditasi orang-orang dewasa.
Bahkan, saat berusia 6 tahun, Annisa sudah merancang arsitektur sebuah bangunan megah berlantai empat di kawasan Kelapa Gading, Jakarta.
"Buku ini berisi kumpulan ceramah dan kuliah saya di berbagai tempat dan waktu. I just fixed some of them (saya cuma memperbaiki beberapa saja) sebelum diterbitkan," tutur Annisa yang tak bisa berbahasa Indonesia.
Perihal bahasa ini, orangtua Annisa (pasangan dr Arwin SpKj dan Yenni Handojo) beberapa kali sempat miskomunikasi dengan anaknya itu.
"Suatu saat, karena beberapa kali kami sempat tidak menangkap bahasa Annisa, dengan polos dia berujar 'kenapa kok orangtua saya bodoh begini'," tutur Yenni yang tak pernah tersinggung tapi justru terhibur dan bersyukur memiliki anak Annisa yang dilahirkannya secara caesar di Jakarta pada 5 Juli 1999.
Meski masih anak-anak, buku Annisa jelas bukan untuk konsumsi anak-anak, apalagi anak seusianya. Bahkan, remaja pun belum tentu bisa mencerna pesan yang disampaikan Annisa dalam bukunya yang diterbitkan kelompok penerbit Gramedia itu.
Sebab, isi pesan-pesan dalam tulisan Annisa memang kelas berat, filosofis, dan mungkin baru bisa ditangkap oleh orang-orang dewasa atau yang sudah tercerahkan. Ia membahas, misalnya, tentang misteri kebijaksanaan, kasih, dan keadilan serta makna puasa.
Semua isi buku itu berasal dari 'pesan-pesan alam' yang bisa ditangkap Annisa kapan saja. Bisa tiba-tiba di sela-sela pembicaraan dengan orang lain, tapi kerap di keheningan malam.
"Kalau sedang mendapat 'pesan alam', tangan Annisa biasanya bergerak mencoret-coretkan 'pesan alam' itu atau bibirnya seperti mengucapkan sesuatu. Hurufnya tak bisa dipahami orang lain kecuali ia sendiri," kata Yenni.
Kelebihan Annisa sudah diakui banyak pihak. Wapres Jusuf Kalla pernah mengundangnya, berbagai universitas terkenal telah memintanya untuk memberi ceramah, dan sebuah majelis taklim yang beranggotakan orang-orang kelas menengah atas di Jakarta kerap mengundang Annisa.
Bocah itu juga memberi pelatihan dan konsultasi pada beberapa kelompok meditasi di ibu kota. Kalau sampai sekarang Annisa belum bersekolah, bukan bebarti orangtuanya membiarkannya. "Tapi, ketika sekolah di dalam kelas justru gurunya yang belajar dari Annisa. Ia kemudian tak mau sekolah," ucap Yenni.
Kemampuan berbahasa Inggris Annisa pun diperoleh secara alamiah. Setelah mulai bisa bicara saat berusia setahun lebih, tiba-tiba Annisa sudah cas cis cus dalam bahasa Inggris. Tentu orangtuanya bingung karena bahasa Inggris bukanlah bahasa sehari-hari mereka.
Keanehan lain, ketika belum lancar bicara, saat diajak menjenguk neneknya yang sakit, Annisa bilang "kembang" dalam bahasa Inggris. Tak berapa lama, neneknya meninggal. Kembang tadi tampaknya isyarat kematian.
Saat ditanya Surya apa cita-citanya, Annisa bilang ingin menjadi pengacara (lawyer). Terakhir, ketika agak bergurau Surya bertanya apakah kantor Surya "bersih", Annisa menjawab, "Yang ada makhluk putih, bukan hitam. Tidak apa-apa, mereka baik, pelindung."
Ibunya, Yenni Handojo, yang memperhatikan gerak-gerik anaknya itu beberapa kali berujar, "Annisa, Annisa...."
Sumber : Harian Surya